Iklan Banner Atas

Warga Desa Rowobungkul dan Gedebeg Iuaran Demi Pembangunan Jembatan

Pembangunan Jembatan Secara Iuran
Blora,- Harapan memiliki jembatan bagi kedua desa yakni Desa Rowobungkul dan Desa Gedebeg kini segera terwujud. Pasalnya jembatan sepanjang 400 meter tersebut dalam proses pembangunan. Dengan demikian warga kedua desa tersebut tidak perlu lagi memutar dan menempuh jarak yang jauh untuk menkukan aktifitas sehari-harinya.

Peryataan tersebut disampakan oleh Ketua Partai Golkar Kabupaten Blora Siswanti, S.Pd. Ia menjelaskan, pembangunan jembatan berkat kerjasama antar 4 desa di Kecamatan Ngawen yang digerakan Kepala Desa masing-masing. Alhasil sudah ada sekitar 28 truk batu dan grosok yang telah terkumpul berserta material pasir, kayu, semen, besi di lokasi pembangunan.

“Ini saya gerakkan warga bangun jembatan gratis APBD alias tanpa APBD,” ucap Pria yang juga mantan aktivis di Kabupaten Blora dan Semarang ini.

Dirinya mengaku salut pada warga kedua desa yang mau iuran dan kerja bakti yang rencananya akan berlangsung selama 21 hari. Siswanto juga turun andil dalam mensukseskan proyek pembenahan jalan berlubang sejauh 500 meter atau lebih dikenal dengan sebutan Jeglongan Sewu lewat metode serupa.

“Di bekas jembatan dan sekitar situ tempat saya saat SD dan SMP menyabit rumput dan menggembala sapi mas. Makanya saya inisiasi, agar warga bergotong royong,” ujarnya Sambil mengingat masa kecil dan bersyukur.

Sementara itu Ketua Karang Taruna Dukuh Kepitu Desa Gedebeg Yoto, menuturkan pembuatan jembatan ini barat mimpi menjadi nyata, apa yang dilakukan warga saat ini tidak pernah terpikiran sama sekali olehnya.

“Ini seperti mimpi. Anak-anak Desa kami naik sepeda 12 kilometer pulang pergi untuk sekolah. Ibu-ibu berjalan kaki 12 kilometer pulang pergi untuk ke pasar, kami bersyukur, pembangunan jembatan ini dimulai,” tutur Yoto.

Dalam kesempatan yang sama, Kamituwo Kepitu Panijan menjelaskan, kini pihaknya telah menghitung keperluan pembangunan jembatan. Dengan ukuran sepanjang 16 meter dan lebar 2 meter, biaya yang diperlukan ditaksir mencapai lebih dari 30 juta rupiah.

“Iuran warga sebesar 50ribu sampai 100ribu per rumah. Sedangkan tenaga kerja gotong royong setiap hari, diperkirakan selama 3 minggu jembatan ini akan selesai,” katanya.

Ia menambahkan jika tidak ada bantuan baik dari Pemerintah Kabupaten maupun Pemerintah Desa setempat, karena memang tidak diangarkan. Panijan juga mengucapkan rasa terima kasih kepada Siswanto berkat kontibusinya sehingga pembangunan jembatan dapat diwujudkan.

“Kami berterima kasih kepada Mas Siswanto, tokoh muda yang menginisiasi, mengaspirasi dan membantu penuh dimulainya pembangunan jembatan,” paparnya.

Lebih lanjut bahwa Ketua Partai Golkar Blora Siswanto akan menanggung semua kekurangan biaya asal warga ikhlas iuran dan mau gotong royong berpapun kekurangannya hingga jembatan tersebut selesai dibangun.

Dari pada bolak - balik, untuk mendapat infomasi terbaru masukan saja email kesini:

0 Response to "Warga Desa Rowobungkul dan Gedebeg Iuaran Demi Pembangunan Jembatan"

Posting Komentar

Pembaca Cerdas Selalu Tahu Komentar Apa yang Harus Disampaikan

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *